KERJASAMA DENGAN PPKS DALAM MENYEDIAKAN KECAMBAH

Perkembangan areal komoditi kelapa  sawit di berbagai daerah jauh lebih besar dibandingkan dengan komoditi karet, sehingga diperlukan ketersediaan bibit dalam jumlah yang besar juga.  Kelapa sawit adalah tanaman tahunan dengan daur hidup yang panjang, sehingga untuk mendapatkan pertumbuhan dan produksi optimal maka diperlukan benih yang baik dan benar, apalagi benih kelapa sawit merupakan jenis  hibrida.   Benih/kecambah kelapa sawit baik dan benar diperoleh dari kebun induk yang dibangun secara khusus hasil persilangan Dura terpilih dan Pisifera terpilih dan bukan dari kebun produksi.  Hasil penelitian Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan menunjukkan bahwa penggunaan benih asalan akan mengakibatkan penurunan produktivitas sebesar 50%.

Di Indonesia yang mempunyai tanaman-tanaman induk untuk persilangan menghasilkan benih sangat terbatas dan salah satu sumbernya adalah Pusat Penelitian Kelapa Sawit yang selama ini lebih dikenal dengan “Kecambah Marihat” yang berlokasi di Medan Sumatra Utara.  Dalam rangka memenuhi kebutuhan kecambah sawit untuk wilayah Sumbagsel, Balai Penelitian Sembawa telah bekerjasama dengan PPKS sejak pertengahan tahun 2005.  Kerjasama dilakukan dengan membangun Unit Perkecambahan Kelapa Sawit (UPKS) di Balai Penelitian Sembawa dengan kapasitas olah sebesar 2-3 juta kecambah pertahun.  Benih didatangkan dari PPKS dan dikecambahkan di UPKS Balit Sembawa, dan dalam proses penyalurannya seperti harga, dokumen dan packing kecambah sama dengan PPKS Medan.

Sampai tahun 2010, total kecambah dari UPKS Balit Sembawa yang sudah disalurkan berjumlah hampir 4 juta kecambah.  Wilayah penyaluran meliputi wilayah Sumbagsel (SumSel, Jambi, Bengkulu, Riau, Banga Belitung, Lampung dan beberapa daerah lainnya).  Konsumen kecambah didominasi oleh petani perorangan dan Dinas Perkebunan yang akan disalurkan kepada petani.  Jumlah kecambah yang disalurkan kepada petani perorangan bervariasi mulai dari 100 butir sampai ribuan butir.

Bagi petani atau siapa saja yang memerlukan kecambah sawit dapat menghubungi Balai Penelitian Sembawa.  Harga kecambah sawit (loco UPKS Sembawa) saat ini adalah Rp 6000/butir untuk varietas SP2 dan Yangambi, sedangkan untuk varietas Langkat dan Simalungun Rp 7000/butir. (ML)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


seven − 3 =