Harga Karet Terangkat di Triwulan Pertama

HARGA TERANGKAT di TRIWULAN PERTAMA

PALEMBANG – Demi memacu harga karet pada tahun ini. Sejumlah negara penghasil komoditas tersebut, khususnya di Asia Tenggara sepakat memberlakukan pembatasan ekspor. Kebijakan ini memang sebelumnya sudah dila­kukan dan cukup efektif untuk meningkatkan harga jual karet di pasar global.

Ketua Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel, Alex K Eddy, mengatakan, pembatasan itu ter­tuang dalam Agreed Export Tonnage Scheme (AETS). Waktunya per awal tahun ini dan sudah di sepakati Indone­sia dan Thailand.

Alex K Eddy

     “Diambilnya kembali langkah pengurangan eks­por, ditujukan untuk mengangkat harga karet internasional. Tentu harapannya kebijakan ini dapat memperbaiki atau meningkatkan harga karet,” katanya kepada Sumatera Ekspres.

Alex menjelaskan, AETS bisa mengangkat harga karet. “Kami cukup optimistis harga akan terangkat di triwulan pertama,” ujarnya. Ditam­bah dengan kondisi cuaca yang tidak bagus di Sumsel dan sebagian Thailand. Dengan terang­katnya harga karet internasional, terang Alex, maka otomatis akan berpengaruh terhadap harga beli karet petani yang juga ikut naik.

Dampaknya, tentu menjadi kabar baik bagi perekonomian Sumsel. Sebab, selama ini karet menjadi salah satu penyumban dalam pertum­buhan. “Jika sudah begitu, tentu dapat meng­gairahkan perekonomian di Sumsel, mengingat hampir 30 persen penduduk Sumsel tergantung dari bisnis ini,” pungkasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


4 + 9 =