Petani Terkendala Tiga Masalah

REPLANTING KEBUN RAKYAT :  Plt Bupati Muba, Beni Hernedi, didampingi pejabat lainnya menumbangkan tanaman karet yang sudah tak produksi

Petani Terkendala Tiga Masalah

Remajakan Kebun Karet Rakyat

SE, 14 Maret 2018 : 23 kol 2

BABAT SUPAT – Program peremajaan kelapa sawit terus dilanjutkan. Setelah sukses dengan program peremajaan sawit yang di-launching Pre­siden Jokowi tahun lalu, kini giliran karet rakyat yang di­remajakan.

Ada sekitar 2.000 hektare Lahan yang akan diremajakan. Lahan ini berada di 7 kecama­tan di Kabupaten Muba. Ke­giatan peremajaan secara simbolis dilakukan Plt Bupati Muba, Beni Hernedi, Selasa (13/3), di Desa Supat Timur, Kecamatan Babat Supat.

Dikatakan Beni, petani Mu­ba kurang tiga hal, yakni mutu, produktivitas, dan harga. “Ki­ta di sini hadir membantu pe­tani. Program ini untuk me­ningkatkan mutu dan produk­tivitas karet petani sehingga bisa membantu pendapatan mereka,” ujarnya.

Sayangnya, petani tak me­miliki dana untuk melakukan replanting. “Karenanya, kita menggandeng perbankan un­tuk turut membantu pembiay­aan replanting,” ucapnya.

Pemkab Muba membantu bibit, lalu replanting dilakukan gotong royong. PT Pusri juga digandeng untuk persoalan bimbingan, edukasi, dan pupuk. “Kita juga libatkan BPN untuk membantu pengurusan lega­litas lahan, karena salah sate kendala di perbankan adalah legalitas tanah,” tandasnya.

Selain itu, pihaknya juga akan mendorong hilirisasi. “Kita hadirkan industri untuk menyerap produksi getah ka­ret petani,” katanya.

Kepala Dinas Perkebunan Muba, Iskandar Syahrianto mengatakan, sudah dilakukan penumbangan dan penanaman kembali. “Kita terus melakukan monitoring guna memastikan semua berjalan sesuai rencana,” tukasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


four × three =