Integrasi Tanaman Karet – Gambir, Peluang Untuk Mendongkrak Pendapatan Petani Karet dan Gambir

Sembawa – Gambir merupakan tanaman khas Kec. Babat Toman Kab. Muba yang saat ini banyak ditinggalkan oleh petani karena terjadinya penurunan harga. Hal ini disampaikan oleh Roizin, perwakilan dari Dinas Perkebunan Kabupaten Musi Banyuasin dalam acara “Pelatihan Pengembangan Komoditas Gambir Sebagai Tanaman Sela Karet Petani Bina Conocophillips (Grissik) Ltd” di Balai Penelitian Sembawa”. Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa kandungan katekin dari dalam gambir merupakan zat anti kanker yang apabila dikeluarkan akan memperoleh nilai ekonomi yang tinggi. Oleh sebab itu, peluang untuk menjadikan gambir sebagai tanaman sela karet sangat memungkinkan untuk meningkatkan produktivitas lahan dan pendapatan petani.

Pembukaan “Pelatihan Pengembangan Komoditas Gambir sebagai Tanaman Sela Karet Petani Bina Conocophillips (Grissik) Ltd.” dibuka secara resmi oleh Kepala Balai Penelitian Sembawa, Dr. Sinung Hendratno. “Program tanaman sela di antara karet bukanlah hal yang baru. Tanaman lokal yang diintegrasikan dengan karet dapat disiasati dengan teknologi jarak tanam. Balai Penelitian Sembawa juga berintegrasi dengan program nasional dari Dirjenbun seperti program SUPRADIN maupun dengan ICRAF Afgroforestry” ulasnya. Pelatihan ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Conocophillips (Grissik) Ltd bekerjasama dengan Balai Penelitian Sembawa. Acara ini berlangsung dari tanggal 19-24 Agustus 2019 dan diikuti oleh 10 orang peserta yang merupakan petani yang berasal dari Desa Toman Kec. Babat Toman, Kab. Muba Sumsel. Selain dihadiri oleh Dinas Perkebunan, turut hadir juga Edi Junaidi, perwakilan dari ConocoPhillips. “Kerja sama dengan Balai Penelitian Sembawa ini telah dirintis sejak tahun 2002 dengan topik atau materi pelatihan komoditas tanaman karet, namun untuk kali ini komoditasnya ialah tanaman gambir. Conocophillps punya dasar yang kuat untuk melaksanakan program pelatihan tanaman gambir sebagai tanaman sela karet. Perencanaan untuk melaksanakan  program ini sudah sejak tahun 2018,  dan baru tahun ini bisa terealisasi.” Ujarnya.

Pembukaan Pelatihan Oleh Kepala Balai Penelitian Sembawa, Dr. Sinung Hendratno (foto tengah)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*